Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

2 Tips Sukses Berkeluarga Bagi Wanita Karir

Tips sukses berkeluarga bagi wanita karir harus dipahami dengan baik. Sebab kesuksesan berkeluarga tetap harus diprioritaskan dibanding lainnya.
linamuryani.com
Menjadi wanita karir yang padat akan aktivitas memang sudah menjadi hal umum di daerah perkotaan. Sinetron di televisi bahkan telah ikut berperan dalam hal ini. Kini bukan hanya di kota, banyak wanita desa pun bermimpi menjadi wanita karir.

Namun sesibuk apa pun aktivitas kita dalam berkarir, tetap tidak boleh melupakan kewajiban utama. Baik sebagai istri maupun anak-anak di rumah.

Tips Sukses Berkeluarga bagi Wanita Karir

Dalam hal emansipasi, wanita memang tidak dilarang untuk bekerja di luar rumah seperti halnya pria. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, emansipasi tidak menggugurkan kewajiban utama seorang wanita.

1. Tetap Menjadi Wanita Bertanggung Jawab

Menjadi wanita karir merupakan salah satu bukti seseorang memiliki nilai tanggung jawab lebih. Sebab mencari nafkah bukan tanggung jawabnya. Namun dengan ikhlas membantu tugas suami.

Tanggung jawab mendasar dari wanita adalah kewajiban utamanya. Ada dua kewajiban utama yang paling pokok, yakni perannya sebagai ibu dan istri.

Kesibukan bekerja tidak boleh membuat seorang wanita tak memiliki waktu bersama keluarganya. Melayani suami dengan baik, salah satu poin penting dalam keutuhan berumah tangga.

Waktu yang sedikit hingga tidak ada, biasanya yang memunculkan perpecahan. Diantaranya munculnya orang ketiga.

Seperti halnya ibu rumah tangga biasa. Sekali pun suami memberikan uang bulanan lebih dari cukup. Jika kebutuhan batinnya tidak terpenuhi, maka hal-hal negatif bisa terjadi. Apalagi jika hal ini terjadi pada laki-laki.

Baca juga: Berkah Di Tengah Pandemi Bagi Mereka yang Melek Teknologi Informasi

Tumbuh kembang anak juga harus selalu diimbangi dengan perhatian kedua orang tuanya. Anak yang kekurangan kasih sayang, cenderung tumbuh dengan sedikit menyimpang karena bisa jadi kurang waktu dan kasih sayang dari orang tua. Misalnya saja malas belajar hingga menjadi nakal.

Gaji yang diterima memang bisa mempekerjakan asisten rumah tangga. Namun bukan berarti kita bisa melepas tanggung jawab begitu saja. Tetap harus memiliki waktu bersama anak.

Mengobrol dan bermain, bertanya tentang aktivitas anak, dan berbagai perhatian lainnya. Akan membuat anak tidak merasa kehilangan sosok seorang ibu.

Jangan lupa berikan pemahaman agar anak mengerti posisi ibunya. Jangan sampai anak menganggap ibunya tidak menyayangi, hanya karena waktu kebersamaan yang tidak maksimal.

Hal yang tidak boleh disepelekan juga saat mempekerjakan assiten rumah tangga, terlebih jika bertugas mengurus anak. Mereka bisa menjadi pengganti ketika bunda sedang tidak ada di rumah.

Selain memastikan ia memiliki perilaku baik, utamakan juga yang memiliki pemahaman agama memadai. Mendidik anak bukan perkara mudah dan butuh effort lebih tentunya.

Setiap harinya anak akan menghabiskan waktu lebih banyak di rumah. Memiliki asisten berperangai baik, membuat anak memiliki sosok teladan yang baik pula.

Anak adalah peniru yang ulung, jangan sampai ia meniru hal-hal negatif dari lingkungannya. Salah satu cara membuat lingkungan rumah yang baik, adalah memiliki asisten rumah tangga yang baik pula. Rajin ibadah merupakan poin terpenting jika bunda ingin memiliki anak yang sholeh.

2. Jangan Membawa Beban Pekerjaan ke Rumah

Ketika di rumah, sebaiknya posisikan bunda sebagai seorang istri dan ibu saja. Suami terlebih anak telah kehilangan waktu kebersamaan selama bunda di tempat kerja.

Sebisa mungkin seluruh pekerjaan dapat diselesaikan di kantor. Termasuk jika ada masalah, sebisa mungkin diselesaikan sebelum pulang ke rumah.

Jika beban pikiran karena pekerjaan terlalu menghimpit, janganlah langsung pulang ke rumah. Bunda bisa ke tempat ibadah lebih dulu. Beribadah dan mengeluarkan semua unek-unek kepada Tuhan Semesta Alam.

Baca juga: Pentingnya Target Dalam Usaha dan Aktifitas Apapun

Unek-unek yang tidak dikeluarkan akan menjadi beban negatif dalam diri dan pikiran. Jika sampai terbawa pulang, anak-anak dan semua orang rumah bisa terkena dampaknya.

Tentu tidak elok, anak menunggu seharian. Ketika bundanya pulang membawa beban. Akibat beban pikiran tak jarang membuat seseorang mudah tersulut emosinya. Akibatnya tingkah anak yang manja pun bisa membuatnya menjadi sasaran emosi tersebut.

Buanglah terlebih dahulu semua beban tersebut. Cara terbaik dengan mengungkapkannya kepada Tuhan.

Demikian tips sukses berkeluarga bagi wanita karir. Semoga ulasan ini bisa membantu dan sedikit mencerahkan. Khususnya membantu menjadi wanita karir yang tetap disayangi anak dan suami.

Jangan lupa share agar semakin banyak yang merasakan manfaatnya.

Post a comment for "2 Tips Sukses Berkeluarga Bagi Wanita Karir"