Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Budaya Bersepeda di Jogja, Jauh Lebih dulu Ada Sebelum Pandemi

Budaya bersepeda di Jogja telah lebih dulu ada. Jauh sebelum adanya pandemi yang masuk tanah air sejak Maret 2020 lalu. Sebagai bukti di Kota Pelajar ini telah ada gerakan bersepeda yang bernama Sego Segawe.
skripsi Guardina Ardi
Sego Segawe itu sendiri adalah akronim dari Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe. Atau dalam bahasa Indonesia berarti sepeda untuk bersekolah dan bekerja.

Kali pertama gerakan ini diluncurkan pertengahan bulan Oktober tahun 2008 silam oleh Sri Sultan HB X dan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto di Alun-alun Utara Keraton Jogjakarta. Maka bukan pemandangan asing bila berkunjung ke Kota Pelajar menemukan pesepeda begitu mudahnya.

Aneka sepada yang digunakan mereka pun cukup bervariasi. Dari sepeda onthel, sepeda balap, sepeda lipat, sepeda gunung hingga sepeda sepeda fixie.

Tren Sepeda Fixie

blibli.com
Khusus yang terakhir ini tentu paling mencuri fokus dimana sepeda ini memiliki ciri khas tanpa rem tangan. Namun kini ada beberapa juga sepeda gear tetap ini yang menggunakan rem tangan untuk roda depan.

Tumbuh suburnya kegiatan bersepeda di Jogja tentu dibarengi dengan hadirnya komunitas sepeda. Satu yang cukup menarik tentu saja adanya komunitas sepeda fixie yang didominasi anak muda atau remaja.

Mereka acapkali tiap akhir pekan berkumpul di satu titik dan melakukan berbagai kegiatan. Kalau gowes itu hal biasa, tapi kalau beratraksi tentu itu tak biasa.

Di Jogja sendiri ada banyak tempat yang digunakan untuk berkumpul komunitas sepeda. Salah satunya adalah titik nol kilometer. Tidak saja hanya bercengkrama tapi mereka juga unjuk kebolehan menggunakan sepeda single gear ini.

Kamu bila ingin bergabung dengan komunitas sepeda fixie pun bisa. Syaratnya sudah pasti harus memiliki sepeda tak biasa ini bukan.

Tidak perlu bingung untuk mendapatkan sepeda keren ini. Kamu bisa membeli sepeda fixie di marketplace Blibli. Selain harga kompetitif tentu varian yang ada sangat banyak. Memudahkan siapa saja untuk memilih dan membeli sesuai dengan budget yang ada.

Berdasar penelusuran sepeda fixie banyak dipilih karena mewakili kecepatan, kecerdasan, dan tak kenal lelah atau pantang menyerah. Kisah tentang kehebatan sepeda ini terlihat jelas dalam film action Premium Rush.

Film yang mengisahkan betapa hebatnya kurir yang bernama Wilie dengan sepeda fixie yang tak mungkin terkejar. Hanya apes yang bisa mengalahkannya.

Kalaupun saat ini kamu merasa belum bisa menggunakan sepeda ini tak perlu khawatir karena dengan terbiasa menggunakan maka dengan sendirinya akan menjadi ahli. Paling penting adalah memiliki keberanian dan naluri untuk mengambil keputusan.

Sepeda yang mampu membelah kemacetan kota ini dalam sejarahnya ternyata digunakan para tukang pos di Amerika. Sepeda fixie biasanya digunakan para kurir atau tukang pos dari tahun 60an hingga 90an. Namun kini keberadaan tergantikan sepeda motor.

Saat ini sepeda fixie lebih dikenal sebagai sepeda anak muda yang tidak takut dengan tantangan dan berani tampil beda. Kalau memang kamu termasuk dalam kategori ini jangan ragu untuk memiliki sepeda fixie.

Bila ragu untuk langsung kopi darat bisa gabung via komunitas yang ada di Facebook. Cukup banyak komunitas tersedia. Hanya dengan menuliskan kata kunci komunitas sepeda fixie Jogja maka akan langsung muncul.

Dari situ kemudian kita bisa mengetahui kapan mereka memiliki event. Minimal untuk gowes bareng-bareng sesama pemilik sepeda fixie.

Budaya bersepeda di Jogja itu sendiri bukan lagi hanya sekadar ikut-ikutan sebagai akibat adanya pandemi. Bersepeda telah menjadi gaya hidup dan mendarah daging bagi warga Jogja.

Post a comment for "Budaya Bersepeda di Jogja, Jauh Lebih dulu Ada Sebelum Pandemi"